Mengatasi krisis penjualan di tengah pandemi COVID-19: ‘Enterprise Commerce Cloud System’ Luncurkan Marketplace

Posted On : 27/5/2020 | Writted By : Author


Mengatasi krisis penjualan di tengah pandemi COVID-19: ‘Enterprise Commerce Cloud System’ Luncurkan Marketplace

Source: http://www.koran-jakarta.com/%E2%80%98enterprise-commerce-cloud-system%E2%80%99-luncurkan-marketplace--d2c---kemang-/

JAKARTA - Apa itu ‘Enterprise Commerce Cloud System’? Enterprise Commerce Cloud System (ECCS) adalah platform yang membantu membantu produsen dan penjual untuk dapat menggapai dan berinteraksi lebih dekat dan lebih cepat dengan konsumennya karena ECCS mengintegrasikan semua channel penjualan ke dalam satu sistem. Sehingga dengan potensi dan peluang penjualan, baik itu peluang penjualan online, yang dilakukan melalui official online store atau marketplace, maupun offline, yang dilakukan melalui toko fisik, akan lebih optimal.

Pada tampilan dashboard ECCS, tersimpan data penjualan dari semua marketplace yang terintegrasi.

“Toko online official anda telah kami daftarkan pada marketplace yang terkenal di setiap negara, tak terkecuali pada marketplace kami D2C @ Kemang, sehingga brand anda akan terkenal lebih luas. ECCS secara otomatis membantu mengoptimalkan aktivitas penjualan, pengelolaan stok produk penjualan, hingga operasi logistik. Anda akan mengelola seluruh channel penjualan baik online maupun offline yang terintegrasi secara terpusat, hingga produk sampai ke tangan pelanggan dengan baik,” kata Presiden Direktur PT Integrasi Megakanal Agensi, Natya Tamarina di Jakarta, Sabtu (16/5).

D2C @ Kemang

Apa itu ‘D2C @ Kemang’? D2C merupakan singkatan dari “Direct to Consumer”, yang merupakan suatu konsep marketing yang bertujuan untuk membuat hubungan langsung antara produsen dan konsumen, karena diantara produsen dan konsumen tidak ada pihak-pihak lain yang menjembatani. Dengan dengan konsep ini produsen benar-benar memahami keinginan konsumennya dengan lebih baik dan lebih mudah. D2C @ Kemang merupakan experience center yang berlokasi di Kemang, dimana konsumen dapan langsung bereksperimen dengan produk-produk yang di-display oleh produsen.

“Hal ini berguna untuk produsen untuk mengembangkan produk yang sangat diinginkan oleh konsumen. Konsep dari sistem D2C ini adalah untuk menyediakan produk yang lebih baik dengan harga yang wajar kepada konsumen, dan memanfaatkan sepenuhnya penerapan manajemen fungsi digital,” jelas Natya.


Penjualan melalui ECCS pada masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di bulan April 2020 adalah sekitar tiga kali dari rata-rata penjualan per bulan di tahun 2019. (Data nyata diambil dari dashboard salah satu klien ECCS).

Lebih lanjut, Natya menjelaskan, D2C @ Kemang, yang menggunakan ECCS sebagai backbone system, mulai beroperasi di pertengahan Mei 2020. Di awal peluncurannya, D2C @ Kemang mengajak pebisnis retail yang memiliki toko fisik yang menjual barang-barang interior seperti furnitur dan gorden, serta industri pariwisata seperti hotel dan restoran, hingga usaha kecil penjual bahan makanan segar di pasar tradisional, yang pada masa Covid-19 sekarang ini sangat sulit untuk menjualkan dagangannya.

“Informasi selanjutnya, bisa kunjungi website kami di https://eccs.global,” sambungnya.



Back